KOLOM EDUKASI Investasi · Tulisan tamu Perencana Keuangan
Masih Nonton Pameran? Uang Anda Sedang Buntung Diam-Diam

Muhammad Kharisma
Perencana Keuangan
Sepertinya hampir setiap bulan ada pameran atau acara institusi keuangan di kantor, hall, bahkan mall. Pertanyaannya: sudahkah kita menjadi pelaku, bukan sekadar penonton?
Dulu, mayoritas masyarakat Indonesia belum punya rencana keuangan jangka panjang. Yang disebut ‘jangka panjang’ sering kali hanya sebatas memenuhi kebutuhan satu tahun ke depan. Uang biasanya hanya ditaruh di tabungan atau deposito yang jatuh tempo maksimal setahun, sehingga horizon berpikir masih sependek itu.
Dalam dua dekade terakhir, terutama beberapa tahun belakangan, produk keuangan makin beragam. Perencana keuangan juga membantu menyebarluaskannya. Bagi masyarakat, patokan sederhana yang sering dipakai di negara maju adalah ‘100 minus usia’. Usia 30 tahun berarti sekitar 70% kelebihan dana bisa dialokasikan ke instrumen yang lebih agresif, misalnya pasar modal.
Kini berinvestasi tidak lagi butuh modal besar. Rp100 ribu pun sudah bisa. Alasan ‘harus menabung bertahun-tahun dulu’ sudah tidak relevan. Semakin dini memulai, semakin kecil dana yang perlu disisihkan untuk tujuan seperti pensiun atau pendidikan anak.
Kini berinvestasi tidak lagi butuh modal besar.
Risiko tetap ada, terutama di pasar modal. Namun untuk tujuan di atas 10 tahun, yang lebih perlu diwaspadai adalah kurang disiplin. Bahkan produk yang dianggap ‘aman’ tetap menghadapi risiko penurunan nilai uang secara riil akibat inflasi.
Kesalahan umum adalah berinvestasi karena emosi: ikut beli saat ramai (harga tinggi) dan jual saat ramai menjual (harga turun), sehingga bukannya untung malah buntung.
Gerakan literasi keuangan dari sekuritas, manajer investasi, dan regulator makin gencar. Bagi yang masih produktif, tidak ada alasan untuk tidak mulai mencari tahu. Pelajari dengan saksama, miliki pendirian, dan utamakan High Return dengan Manageable Risk, bukan sekadar High Risk High Return.
Muhammad Kharisma, RFC, biasa disapa Kharis, adalah seorang Perencana Keuangan Independen bersertifikasi RFC. Ia banyak menaruh perhatian pada topik-topik keuangan untuk kalangan muda produktif serta perencanaan keuangan Islami (Syariah). Selain membantu klien individu dalam bentuk konsultasi ataupun penggunaan jasa perencanaan keuangan, ia juga kerap diundang mengisi workshop in-house training ataupun talkshow yang diadakan beberapa perusahaan, serta menjadi narasumber di beberapa acara on air (televisi dan radio) bertema keuangan. Pria yang pernah berkarier di banyak institusi keuangan seperti perbankan, multifinance, sampai dengan koperasi modern ini sekarang juga dipercaya sebagai Vice President di IARFC Indonesia serta Wakil Ketua Umum (Ketua Harian) di APKESINDO (Asosiasi Profesi Perencana Keuangan Syariah Indonesia) periode 2024–2027. Anda bisa menghubungi M. Kharisma di 0812-1011-6413 atau email [email protected].
Ringkasan berita disusun dari sumber yang ditautkan. Isi Kolom Edukasi adalah pendapat penulis.