KOLOM EDUKASI Asuransi & Proteksi · Tulisan tamu Perencana Keuangan
Premi Murah, Keluarga yang Menanggung: Jangan Asal Beli Asuransi Jiwa

Martha Sanjaya
Perencana Keuangan
Banyak orang masih menganggap asuransi kesehatan lebih penting daripada asuransi jiwa. Akibatnya, banyak yang tidak punya asuransi jiwa sama sekali. Yang lebih menyedihkan, tidak sedikit yang salah beli karena tidak paham cara memilih produk yang sesuai kebutuhan dan budget.
Memilih asuransi jiwa tidak bisa asal mencari premi termurah dengan uang pertanggungan sebesar-besarnya. Alih-alih memilih yang termurah, lakukan empat langkah ini:
1. Analisa kebutuhan Anda dan keluarga. Asuransi jiwa setidaknya punya enam fungsi: proteksi penghasilan, biaya pemakaman, cadangan pelunasan utang, cadangan tujuan keuangan, biaya distribusi aset, hingga warisan tunai untuk generasi berikutnya. Kenali dulu kebutuhan keluarga Anda.
2. Tentukan budget dan sumber premi. Berapa yang sanggup dialokasikan untuk premi? Apakah dibayar dari penghasilan, atau Anda mengalihkan sebagian aset untuk mendapat uang pertanggungan yang lebih besar?
3. Pelajari empat produk dasar. Ada term life, dwiguna tradisional, whole life, dan PAYDI. Ada yang punya nilai tunai, ada yang tidak; ada yang dibayar dari penghasilan, ada yang bisa dari tabungan; kisaran preminya pun berbeda. Pahami agar tahu mana yang cocok dengan kebutuhan dan budget.
4. Bandingkan pilihan produk. Cari tahu perusahaan asuransi mana yang punya jenis produk yang Anda butuhkan, berapa preminya, dan bagaimana ketentuannya.
Memilih asuransi jiwa tidak bisa asal mencari premi termurah.
Dengan empat langkah ini, Anda bisa menemukan asuransi jiwa yang paling tepat untuk Anda dan keluarga.
Martha Sanjaya, CIS, CFP, RFA adalah praktisi dan edukator dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di industri asuransi. Lewat Insurance Talk dan Insurance Talk Academy, ia mendorong literasi asuransi dan profesionalisme agen di Indonesia. IG @insurancetalk.id dan @marthasanjaya, WA 0811-305-3588.
Ringkasan berita disusun dari sumber yang ditautkan. Isi Kolom Edukasi adalah pendapat penulis.